Proyek Saluran TOP BOTTOM di Tenggumung Wetan di Duga Korupsi Berjamaah Pihak Kontraktor dan Dinas PU; Penyusutan Anggaran (APBD) 2026, Hasil Pekerjaan U-DITCH Ambles di Jl. Kedung Mangu

Screenshot_2026_0708_164820

 

Surabaya, Jawatimur. Proyek pembangunan saluran Top Bottom ukuran 200/200 dengan beban gandar 20 ton di wilayah Tenggumung Wetan, Jalan Kedung Mangu, Kota Surabaya, menuai sorotan. Berdasarkan temuan di lapangan dan keterangan warga, konstruksi saluran tersebut diduga dikerjakan asal jadi dan rawan ambles.

 

Proyek dengan nomor kontrak `000.3.3/005/06.2.01.0029.EPC/436.7.3/2026` ini dikerjakan oleh PT BERLIAN KARYA TEKNIK dan diawasi oleh konsultan AJK-DBJ-CNK KSO. Lokasinya berada di jalur yang setiap hari dilalui kendaraan besar, termasuk truk dengan beban berat.

Pantauan tim media online SUARA GAP di lokasi menunjukkan sejumlah kejanggalan teknis. Pemasangan U-Ditch terlihat renggang antar sambungan. Kondisi paling parah terjadi di titik samping pom bensin, di mana badan saluran sudah mulai ambles.

 

Menurut pekerja yang ditemui di lokasi, amblesnya saluran diduga kuat karena tidak dipasangnya trucuk dan tidak dibuatnya lantai kerja sebelum pemasangan U-Ditch. Padahal standar pekerjaan saluran di atas jalan yang dilalui kendaraan besar wajib memiliki struktur penahan yang kuat.

 

“Ini kalau hujan deras dan dilewati truk 20 ton terus, ya jelas ambles. Pondasinya saja tidak ada,” ujar salah satu warga sekitar yang enggan disebut namanya.

Kejanggalan lain ditemukan pada proses pengecoran. Berdasarkan pengakuan pelaksana di lapangan saat dikonfirmasi awak media ONLEN SUARA GAP pengecoran hanya dilakukan pada bagian atas saluran. Bagian bawah tidak dicor dengan alasan mengejar target selesai.

 

“Yang penting selesai dulu,” ucap pelaksana tersebut saat dikonfirmasi, sembari menyinggung adanya komunikasi dengan orang dinas dari PU.pak joko

 

Akibat tidak adanya cor di bagian bawah, lumpur dari tanah langsung masuk ke dalam saluran. Kondisi ini berpotensi membuat saluran cepat buntu atau tersumbat saat musim hujan tiba. Fungsi utama saluran untuk pengendalian banjir pun menjadi diragukan.

 

Yang membuat warga geram adalah adanya dugaan keterlibatan oknum dari Dinas PU Kota Surabaya dalam proyek ini. Saat dikonfirmasi, pelaksana justru melempar tanggung jawab dengan menyebut sudah koordinasi dengan orang dinas.ya itu. pak joko.

 

Sikap tersebut memunculkan pertanyaan besar terkait pengawasan. Konsultan pengawas AJK-DBJ-CNK KSO dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dari PU dinilai tidak menjalankan fungsinya dengan maksimal.

 

“Ini namanya berjemaah. Kontraktor, pelaksana, konsultan, sampai PPK seperti kompak. Anggaran APBD Kota Surabaya yang dipakai, tapi hasilnya begini,” kata seorang sumber dari lembaga pemantau anggaran.

 

Sumber tersebut menduga ada penyusutan kualitas pekerjaan untuk menutupi penyusutan anggaran. Ia juga menyebut PPK PU terkesan “lemah syahwat, tuli dan buta” terhadap temuan-temuan di lapangan.

 

Warga Tenggumung Wetan dan pengguna Jalan Kedung Mangu mendesak Pemerintah Kota Surabaya melalui Dinas PU untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap proyek ini. Mereka meminta dilakukan pembongkaran dan perbaikan sesuai spesifikasi teknis, termasuk pemasangan trucuk, lantai kerja, dan pengecoran penuh.

 

“Jangan sampai menunggu korban dulu baru diperbaiki. Ini jalan umum, bukan jalan pribadi kontraktor,” tegas warga.

 

Hingga berita ini ditulis, konfirmasi kepada pihak PT BERLIAN KARYA TEKNIK, konsultan AJK-DBJ-CNK KSO, dan PPK PU Kota Surabaya belum mendapatkan jawaban resmi.

 

Pemerintah Kota Surabaya diharapkan segera turun tangan agar anggaran APBD tidak habis untuk proyek yang umurnya tidak panjang dan membahayakan pengguna jalan.

Penulis :(NUR HOLIS)
Editor : admin GAP

You cannot copy content of this page