Proyek U-DITCH DI Jl. Purwodadi RT 09/10 RW 04 KEL Jepara Bubutan Surabaya,; Diduga Tidak Sesuai Spek Serta Abai Keselamatan Kerja
Surabaya,Jawatimur.-//medialiputansuaragap. Proyek U-Ditch Skema Kelompok Masyarakat (Pokmas) di Kota Surabaya bermasalah. Kali ini ditemukan di *Jl. Purwodadi, RT 09 / RT 10, RW 04, Kelurahan Jepara, Kecamatan Bubutan, Kota Surabaya.(Rabu-28-10-2026).
Proyek dengan No. Kontrak: 000.3/61/436.9.3.4/2026* dengan spesifikasi *U-Ditch 40/60* tersebut diduga kuat dikerjakan tidak sesuai spek teknis dan asal jadi.
Hasil investigasi awak media di lapangan, pemasangan U-Ditch 40/60 dilakukan dalam kondisi saluran masih penuh air. Tidak ada upaya pengurasan air sama sekali sebelum pemasangan.
Padahal sesuai aturan baku proyek pemasangan U-Ditch, air wajib dikuras kering, lantai kerja harus diberi pasir urug dan dipadatkan, baru U-Ditch bisa dipasang agar presisi dan kuat.
Jika dipasang di atas air, maka U-Ditch akan miring, nat tidak merekat, dan cover tidak akan bisa menutup sempurna. Dalam beberapa bulan kedepan dipastikan akan ambles.
Tidak hanya itu, para pekerja di lokasi juga tidak dilengkapi K3 sama sekali. Tidak ada helm, rompi maupun sepatu boot.
Saat awak media mencoba konfirmasi di lapangan, salah satu anggota Pokmas setempat justru memaparkan bahwa pekerjaan tersebut sudah sesuai spek dan sudah benar.
“Itu sudah sesuai Mas, sudah sesuai aturan,” ujar anggota Pokmas tersebut.
Padahal fakta di lapangan jelas-jelas air tidak dikuras. Aturan mana yang membenarkan pasang U-Ditch di atas air? Ini jelas pembodohan terhadap warga.Yang lebih mengejutkan, saat awak media melakukan peliputan, muncul seorang pria yang mengaku bernama *Kiky*. Pria tersebut mengaku sebagai wartawan dan secara terang-terangan mem-back up atau membekingi proyek Pokmas.
Sikap oknum yang mengaku wartawan seharus tidak membekingi proyek yang jelas-jelas tidak sesuai spek ini sangat disayangkan. Seorang wartawan seharusnya menjadi kontrol sosial, bukan menjadi beking proyek amburadul.
Informasi paling miris datang dari para pekerja di lapangan. Mereka mengaku bahwa anggaran Pokmas tahun 2026 ini belum cair sampai sekarang.
Akibatnya, untuk kebutuhan makan sehari-hari selama bekerja, para pekerja terpaksa harus memakai uang pribadi dulu.
Jika benar anggaran belum cair tapi proyek sudah dipaksakan berjalan, ini menjadi pertanyaan besar. Dari mana material U-Ditch 40/60 itu dibeli? Siapa yang menalangi dulu? Apakah ini tidak menyalahi aturan kontrak No. 000.3/61/436.9.3.4/2026 tersebut.
Warga Jl. Purwodadi RT 09/10 RW 04 Kelurahan Jepara sangat kecewa dengan kondisi ini. Mereka meminta Dinas terkait, Inspektorat, dan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi untuk segera turun tangan.
“Proyek tidak sesuai spekulasi, Seperti air tidak dikuras, para pekerja tanpa mematuhi K3 sebagai pelindung, pekerja mengatakan mengaku sudah sesuai, ada yang mengaku oknum wartawan bekingi proyek, Bahkan pekerjanya makan pakai uang pribadi karena anggaran belum cair. Sebenarnya ini proyek apa? Ini sangat amburadul. Tolong Pemkot Surabaya jangan tutup mata,” geram warga setempat.
Papan nama terpasang tapi anggaran nya tidak tertera dengan jelas, sama saja nama nya pembodohan terhadap warga, hingga berita ini ditayangkan, pihak PPK dan Dinas terkait belum berhasil dikonfirmasi terkait carut marutnya proyek di Purwodadi tersebut.
Penulis: Nur holis/team






