Diduga Proyek Siluman; Pokmas U-DITCH di Jl Kupang Gunung Barat V Putat Jaya Surabaya Tidak Bertuan Tanpa Papan Nama Proyek
Surabaya, Jawa Timur. Proyek Kelompok Masyarakat (Pokmas) di Kota Surabaya kembali ditemukan di Jl. Kupang Gunung Barat V, RT 06 / RW 09, Kelurahan Putat Jaya, Kecamatan Sawahan, Kota Surabaya.
Proyek saluran U-Ditch di pemukiman padat tersebut bisa disebut di duga sebagai proyek siluman alias proyek tidak bertuan. Pasalnya, sejak awal dikerjakan hingga hari ini, tidak ada papan nama proyek yang terpasang di lokasi.(Senin- 26-10-2026).
Ketika tidak ada papan nama proyek secara jelas, sudah melanggar Undang-Undang No. 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP) dan Peraturan Presiden No. 54 Tahun 2010 tentang Pengadaan Barang/Jasa.
Warga tidak tahu proyek itu berapa jumlah anggarannya, apakah sumber dananya dari mana APBD atau APBN, volumenya berapa, siapa pelaksananya, siapa konsultan pengawasnya, dan kapan selesainya. Yang Warga ketahui kampungnya dibongkar untuk proyek saluran air, warga pasti kesulitan untuk mengontrol sebagai bentuk tindakan dini pencegahan terhadap pekerjaan yang asal asalan hingga tidak menjamin kwalitas yang bagus jelas merugikan uang negara.
“Ini proyek apa, kami juga tidak tahu, disini tidak ada papan namanya, tiba-tiba ada galian, hingga di pasang U-Ditch. Kami tanya pekerjanya, mereka juga tidak tahu. Ini jelas proyek tidak bertuan,” ujar salah satu warga RT 06 Putat Jaya.
Media ini pun langsung investigasi kelokasi pada senin (26/10/2026) pukul 13.30 WIB, tampak jelas kondisi proyek sangat memprihatinkan.tidak ada satupun pekerja yang memakai Alat Pelindung Diri (K3). seperti helm, rompi, sepatu safety keselamatan kerja. sepertinya sengaja abai keselamatan baik pekerja atau warga setempat, padahal lokasi proyek berada di gang sempit yang padat aktivitas warga.
Lebih parahnya lagi, saat itu juga awak media hendak konfirmasi ke Pelaksana dan Konsultan Pengawas tidak ada di lokasi, proyek jelas dibiarkan berjalan tanpa pengawasan teknis. yang ada di lokasi hanya beberapa pekerja yang menurut warga sekitar bukan orang Surabaya setempat, melainkan pekerja dari luar kota.
“Jam Istirahat Molor, Pekerja Leye-leye Tidur Sampai Jam 2 Siang, ya, maklum pak, proyek ini seperti tidak ada pengawasan sama sekali”.tambah seorang warga.
Seharusnya jam 13.00 WIB pekerjaan sudah dimulai lagi setelah istirahat siang, namun faktanya, para pekerja masih terlihat tiduran di balai Rw sampai jam 14.00 WIB. apa mungkin tidak ada mandor yang menegur, tidak ada pelaksana yang mengarahkan.
“Jam istirahat sampai jam 2 siang itu kebangetan. Ini kerja apa liburan? Dari pagi leye-leye. Kami warga terganggu debu dan galian terbuka, tapi kerjanya lambat dan malas-malasan,” keluh warga lainnya.
Kondisi proyek amburadul ini memunculkan pertanyaan besar tentang kinerja Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pejabat pembuat komitmen dari tingkat lurah / Dinas terkait.
Warga menilai PPK tidak pernah turun ke lapangan dan tidak pernah menegur pelaksana, mandor, maupun konsultan pengawas, atau memang dibiarkan proyek tanpa papan nama, tanpa K3, dan pekerja leha-leha.
“Kami patut menduga PPK proyek ini tidak pernah menegur pelaksana dan mandor atau konsultan pengawas. Kalau PPK tegas, tidak mungkin proyek dibiarkan seperti ini. Tanpa papan nama, tanpa K3, pekerja tidur siang sampai jam 2. Ini pembiaran namanya,” tegas warga.
Warga Putat Jaya meminta Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi dan Kepala DSDABM Kota Surabaya untuk segera menertibkan proyek-proyek Pokmas siluman seperti di Kupang Gunung Barat V ini. merreka meminta agar proyek yang tidak ada papan namanya segera dihentikan dan diaudit, karena diduga kuat menjadi ajang menghambur-hamburkan APBD Kota Surabaya tanpa pertanggungjawaban yang jelas.
“Kalau memang proyek pemerintah pakai uang rakyat, ya harus transparan. Pasang papan namanya, pakai K3, datangkan pengawasnya. Jangan seperti proyek siluman tidak bertuan seperti ini,” pungkas warga setempat.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak PPK dan Dinas terkait tetap akan dikonfirmasi oleh tim media ini terkait proyek siluman di Kupang Gunung Barat V Surabaya, agar masyarakat bisa mendapat kan informasi yang sangat akurat dan mendapat penjelasan yang pasti.
Penulis : Nur/tim






