Proyek U-DITCH Di Tambak Asri Surabaya di Nilai Abaikan Hasil Rapat RT-RW, Pekerjaan Tetap Asal Asalan

IMG-20261028-WA0008

Surabaya,Jawatimur.//medialiputansuaragap. Proyek U-DiTCH ini sudah pernah dikeluhkan, masih terulang lagi, sudah pernah dirapatkan antara warga dengan Ketua RT dan RW setempat. agar tidak dikerjakan asal asalan, namun hasil rapat tersebut ternyata hanya dijadikan laporan formalitas ke Dinas saja. dilapangan,proyek tetap dikerjakan ngawur, air tetap tidak dikuras asal asalan..(Rabu-28-10-2026).

Pantauan di lokasi selasa-27/10/2026.pekerjaan U-Ditch tetap dikerjakan dengan metode yang sama: pasang di atas genangan air dan lumpur tanpa alas dasar, tanpa ada pengurasan sama sekali.

 

Warga menilai Pelaksana dan Konsultan Pengawas proyek sengaja tutup mata dan tutup telinga. Sudah ditegur warga, sudah diingatkan RT/RW agar air dikuras dulu dan kerja sesuai spek, namun tidak digubris.

 

“Kami sudah rapat dengan warga, RT dan RW. Hasil rapat sudah kami kirim ke Dinas. Tapi apa? Rapatnya cuma dibuat laporan aja. Buktinya proyeknya tetap amburadul. air tetap tidak dikuras. kami ini dianggap apa? RT/RW diabaikan,” ujar salah satu tokoh warga Tambak Asri dengan nada kecewa berat.

 

Warga menilai tidak ada itikad baik dari pihak pelaksana untuk memperbaiki metode kerja. Mereka bekerja seolah-olah kebal dan punya beking.

 

Kekecewaan warga semakin memuncak dan memunculkan berbagai pertanyaan besar. Warga mempertanyakan ada apa sebenarnya di balik proyek ini tetap berjalan meski kualitasnya buruk.

 

Bahkan warga mulai mempertanyakan apakah ada permainan atau koordinasi yang tidak beres antara pihak Dinas PU (Pekerjaan Umum) dalam hal ini DSDABM Kota Surabaya dengan pihak *PDAM Sembada* yang jaringannya juga melintas di kawasan tersebut.

 

Pasalnya, di lokasi proyek, banyak pipa PDAM yang seharusnya disterilkan dan dikoordinasikan dulu sebelum U-Ditch dipasang, namun terkesan dibiarkan begitu saja. Saluran dipasang menabrak pipa, air dibiarkan menggenang, seolah tidak ada koordinasi antar instansi.

 

“Ada apa ini? Kok PU dan PDAM Sembada diam saja? Proyeknya tumpang tindih, air tidak dikuras, RT/RW diabaikan. Kami menduga ada pembiaran. Kami tidak menuduh, tapi tolong jelaskan ke warga, ada permainan apa? Kenapa rapat warga cuma jadi laporan kertas saja?” cetus warga lainnya.

Akibat kekecewaan tersebut, warga Tambak Asri sepakat untuk menghentikan sementara seluruh aktivitas proyek U-Ditch sampai ada kejelasan.

Mereka meminta 3 hal:

1. Hadirkan Kepala Dinas PU / DSDABM dan Pihak PDAM Sembada ke lokasi Tambak Asri untuk bertemu langsung dengan warga, RT dan RW.
2. Ganti metode kerja, wajib kuras air sampai kering sebelum pasang U-Ditch, dan wajibkan K3 untuk pekerja.
3. Evaluasi total kinerja Pelaksana dan Konsultan Pengawas yang dinilai tidak becus dan mengabaikan aspirasi warga.

 

“Kami warga Tambak Asri tidak anti pembangunan. Kami sangat mendukung. Tapi kalau pembangunannya seperti ini, menghamburkan uang APBD, tidak ada kualitas, RT/RW diabaikan, lebih baik hentikan saja. Jangan korbankan kampung kami,” pungkas Ketua RW setempat.

 

Warga berharap Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mendengar jeritan warga Tambak Asri. Mereka tidak ingin proyek U-Ditch yang seharusnya menjadi solusi banjir, justru menjadi sumber masalah baru karena dikerjakan asal-asalan.

 

Hingga berita ini ditayangkan, pihak Dinas PU Kota Surabaya dan PDAM Sembada belum memberikan keterangan resmi terkait kisruh proyek di Tambak Asri tersebut.

Penulis : Nur holis/team

You cannot copy content of this page