Akses Jalan Kabupaten Perempatan Alang-Alang Menuju Labang Rusak Parah, Warga Nilai Dinas (PUPR) Bangkalan Tutup Mata

Screenshot_2026_0414_173459

 

Bangkalan,jawatimur. Kondisi akses jalan di perempatan Alang-Alang menuju Labang kian memprihatinkan. Lubang besar menganga di sejumlah titik, aspal terkelupas, dan genangan air kerap muncul saat hujan turun.

Situasi ini tidak hanya mengganggu kelancaran lalu lintas, tetapi juga membahayakan keselamatan pengguna jalan, terutama pengendara roda dua.

Warga sekitar mengeluhkan kerusakan yang sudah berlangsung lama tanpa perbaikan berarti. Beberapa pengendara bahkan dilaporkan terjatuh akibat menghindari lubang yang tidak terlihat jelas, khususnya pada malam hari karena minim penerangan.

“Sudah berbulan-bulan begini. Setiap hari ada saja motor yang oleng. Kami heran kenapa belum juga diperbaiki,” ujar salah satu warga yang enggan disebut namanya.

Perempatan Alang-Alang menuju Labang merupakan jalur penghubung penting aktivitas warga, mulai dari akses ke pasar, sekolah, hingga jalur distribusi barang. Kerusakan jalan di titik strategis ini dinilai berdampak langsung pada perekonomian masyarakat setempat karena memperlambat mobilitas.

Warga menilai Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) terkesan tutup mata terhadap kondisi tersebut. Hingga saat ini, belum terlihat adanya tanda-tanda perbaikan ataupun penanganan darurat seperti penimbunan sementara untuk mengurangi risiko kecelakaan.

Selain berpotensi memicu kecelakaan, kerusakan jalan juga mempercepat kerusakan kendaraan warga. Banyak pengendara mengeluhkan ban bocor, velg bengkok, hingga shockbreaker rusak akibat sering melintasi jalan berlubang tersebut.

Masyarakat berharap pemerintah daerah segera turun tangan. Setidaknya, penanganan darurat perlu dilakukan sambil menunggu perbaikan permanen agar risiko kecelakaan dapat diminimalisir.

Warga menegaskan, akses jalan yang layak bukan sekadar kebutuhan, melainkan hak dasar masyarakat yang harus dipenuhi oleh pemerintah melalui instansi terkait. Jika dibiarkan berlarut-larut, dikhawatirkan akan memicu protes warga yang lebih luas.

 

Penulis : RD/tim GAP

Editor : Admin GAP

You cannot copy content of this page